<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=1635894343321267&amp;ev=PageView&amp;noscript=1">

Cinta Beda Agama dalam Pacaran? Inilah 2 Alasan Terbesar Orang Kristen Wajib Mengakhirinya

Cinta Beda Agama dalam Pacaran? Inilah 2 Alasan Terbesar Orang Kristen Wajib Mengakhirinya -

Pada Renungan kali ini, saya kembali menantang Anda yang masih ngotot untuk memberikan toleransi terhadap cinta beda agama dalam pacaran. Saya tidak habis pikir masih saja banyak orang Kristen yang tidak rela untuk menyetujui pembahasan saya yang benar-benar alkitabiah mengenai hal ini. Mungkin, kebanyakan orang Kristen yang tidak menyetujui hal ini adalah orang Kristen yang tidak benar-benar mengikut Kristus. Mengapa? Karena jelas para pengikut Kristus akan mencari pasangan hidup yang juga pengikut Kristus. Mungkin juga, kebanyakan orang Kristen yang tidak menyetujui hal ini adalah orang Kristen yang terlalu inklusif atau pluralis/liberalis atau istilah sederhananya, orang Kristen yang sebenernya tidak terlalu Kristen. Ini terjadi karena proses pembelajaran mereka yang kurang terhadap Alkitab. Sekarang saatnya saya membeberkan 4 alasan yang benar-benar Alkitabiah mengapa orang Kristen wajib mengakhiri cinta beda agama yang sedang dijalaninya. Semoga ini bisa mencelikkan mata hati Anda mengenai hal ini. #1. Jika kita masih mempertahankan cinta beda agama dalam pacaran, berarti pacaran yang kita lakukan tidak ditujukan untuk kemuliaan Tuhan. Saya memiliki pandangan seperti ini, segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup ini harus ditujukan untuk Tuhan, jika tidak, maka kita sedang berdosa. Artinya, semua yang tidak ditujukan untuk Tuhan adalah dosa. Mungkin ada yang bertanya, “Jika kita makan, tujuan kita adalah untuk membuat tubuh kita sehat dan kuat. Itu ditujukan untuk diri sendiri, berarti makan itu berdosa dong?” Saudaraku, makan itu ibadah. Bahkan, apapun hal sepele yang kita lakukan bisa menjadi bentuk ibadah, seperti tidur, mandi, belajar, bekerja, bermain, bahkan buang air besar sekalipun. Semuanya adalah ibadah jika ditujukan untuk kepentingan Tuhan. Kita bisa menyimak apa yang diajarkan Paulus dalam 1 Korintus 10:31, “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Jadi, pacaran pun harus ditujukan untuk kemuliaan Tuhan. Bagaimana mungkin kita bisa mengajak pacar kita untuk memuliakan Tuhan jika ia tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Pikirkan itu! #2. Jika kita masih mempertahankan cinta beda agama dalam pacaran, berarti kita sebenarnya bukan orang Kristen sejati. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, orang Kristen sejati adalah orang Kristen yang benar-benar mengikut Kristus. Para pengikut Kristus pasti memilih pasangan hidup yang juga menjadi pengikut Kristus. Jika kita masih ngotot pacaran dengan orang yang berbeda agama, berarti kita cuma orang Kristen KTP yang tidak mengerti betapa besarnya pengorbanan Tuhan Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan abadi. Saudaraku, sebenarnya manakah yang Saudara pilih? Tuhan Yesus atau orang itu? Jika kita memilih Tuhan Yesus, seharusnya kita memilih orang yang juga memilih Tuhan Yesus. Ini tidak menentang asas toleransi antar umat beragama karena memang kita berhak memilih pasangan hidup yang juga mencintai Tuhan Yesus. Cintailah dia yang juga mencintai Tuhan Yesus! Amin. Sumber : http://www.bagas.org/2016/01/cinta-beda-agama.html


Category :

Share :

Recent Post

Contact Me